ASET BUMN YANG PERNAH DIJUAL DI ERA MEGAWATI

Ada perbuatan yang dinilai kesalahan besar di masa kepemimpinan megawati yang melemahkan posisinya sebagai presiden maupun kader politik. Kesalahan itu adalah menjual beberapa aset negara atau aset BUMN kepada negara asing.

Terdapat dua aset BUMN yang
pernah dijual di era kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia kelima, diantaranya sebagai berikut :


    1. INDOSAT

Di masa kepemimpinannya, megawati menuai banyak krisik karena telah menjual kepemilikan saham negara terhadap Indosat yang saat itu berstatus sebagai BUMN. Divestasi saham ini dimenangkan oleh perusahaan dari negara tetangga yakni Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia), yang sahamnya telah dikuasai Singapura lewat Temasek. Padahal saat itu Indosat tergolong BUMN yang menguntungkan.

Saat dijual pada tahun 2002, ST Telemedia merogoh kocek sebesar Rp5,6 triliun untuk membeli 41,94% saham. Namun lima tahun kemudian, justru ST Telemedia Singapura memperoleh keuntungan yang jauh berlipat-lipat setelah menjual seluruh saham Indosat yang dibeli dari Indonesia kepada Qatar Telecom QSC.

Saat itu Qatar Telecom QSC merogoh kocek sebesar Rp16,7 triliun untuk membeli seluruh saham Indosat dari ST Telemedia Singapura. Setelah akuisisi saham inilah Indosat berubah nama menjadi PT Indosat Ooredoo.

Singkat cerita bahwa melalui situs resminya, PT Indosat Tbk didirikan di Indonesia pada 10 November 1967 sebagai perusahaan penanaman modal asing yang menyediakan layanan telekomunikasi internasional di Indonesia. Kemudian di era Presiden Soeharto, ia memutuskan untuk mengakuisisi saham Indosat pada tahun 1980. Hal itu dilakukan untuk mendukung program satelit.

Setelah menjadi BUMN, perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia *BEI) pada 1995. Indosat pun mendirikan Telkomsel, sebuah perusahaan hasil kerjasama antara PT Indosat Tbk dengan PT Telkom Indonesia Tbk.

Sejak saat itulah pemerintah Indonesia memegang penuh kontrol atas Indosat. Hingga pada Desember 2002, di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia kelima, Megawati Soekarnoputri, pemerintah memutuskan untuk melepas sebagian saham Indosat yang disitulah dimenangkan oleh perusahaan dari negara tetangga, Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia).

    2. PENJUALAN HAK EKSPLORASI LADANG GAS

Aset kedua BUMN yang pernah dijual di era Megawati adalah menjual hak eksplorasi ladang gas dengan harga yang murah. Para ekonom menilai keputusan Megawati itu membuat negara menjadi merugi. Akhirnya lagi-lagi Megawati menuai kritikan dan kecaman dari banyak pihak.

Lalu kemudian kubu Megawati menyebut keputusan ini sudah benar. Pasalnya dahulu harga gas belum setinggi hari ini. kondisinya justru berkebalikan mengingat saat itu harga gas dan minyak bumi dunia sedang turun. Sehingga pemerintah di era Megawati memutuskan untuk menjual murah lapangan gas yaitu Lapangan Tangguh Papua kepada Cina.

Megawati mengklarifikasi bahwa saat itu kondisi ekonomi Indonesia sedang mengalami krisis. Sementara pasokan minyak internasional masih melimpah, sehingga tidak ada satupun negara yang berniat membeli gas dari Indonesia.

Comments